Maret 10

Maskne, Cari Tahu Cara Mencegah & Mengatasinya

Selama kita masih berada di masa pandemi, kita wajib memakai masker saat bepergian di luar rumah. Bahkan saat berada di dalam rumah pun kita memakai masker jika ada tamu yang datang berkunjung. Sayangnya bagi sebagian orang, sering menggunakan masker justru menimbulkan masalah di kulit wajah, terutama jerawatan. Sampai akhirnya dibuat istilah baru untuk jerawat yang disebabkan oleh penggunaan masker, yaitu maskne.

Ya, maskne adalah breakout jerawat di wajah yang diakibatkan karena penggunaan masker. Istilah ini adalah gabungan dari kata dalam bahasa Inggris, mask dan acne, yang artinya masker dan jerawat. Masalah maskne ini sering terjadi di bagian wajah yang tertutup oleh masker, seperti di sekitar mulut, hidung, dagu, dan pipi bagian bawah.

Kenapa Bisa Terjadi Maskne?

Saat kita bernapas atau berbicara, masker kita cenderung akan menahan banyak hawa panas di dalamnya. Selain mengganggu, hawa panas ini menciptakan lingkungan yang hangat dan lembab. Lingkungan seperti ini ideal bagi pertumbuhan bakteri, jamur, dan flora lainnya seperti tungau kulit (demodex).

Ketidakseimbangan flora ini, ditambah dengan gesekan berulang dari masker, dapat memicu munculnya jerawat dan rosasea (kemerahan di wajah), serta masalah peradangan kulit yang disebut dermatitis perioral. Inilah penyebab di balik breakout jerawat di wajah karena pemakaian masker.

Bagaimana Cara Mencegah Maskne?

Jangan hentikan penggunaan masker, itu akan menimbulkan masalah yang lebih buruk daripada breakout jerawat. Sebaliknya, lakukanlah cara-cara ini untuk mencegah breakout maskne karena masker:

Selalu Cuci Masker Kain Setelah Digunakan

Jangan pernah pakai kembali masker kain tanpa dicuci dulu sampai bersih. Gunakan detergen hypoallergenic (meminimalkan risiko alergi dan iritasi kulit) tanpa pewangi. Lalu jemur masker sampai benar-benar kering.

Oleskan Krim Antibiotik

Tidak jarang bakteri menumpuk di masker, yang dapat menyebabkan jerawat. Untuk mencegah hal ini, dokter kulit sering merekomendasikan untuk mengoleskan krim atau gel antibiotik pada kulit sebelum memakai masker wajah.

Buang Masker Sekali Pakai Setelah Digunakan

Selalu buang masker sekali pakai setelah menggunakannya. Sebaiknya simpan beberapa masker sekali pakai untuk persediaan jika Anda membutuhkan yang baru.

Lepaskan Masker Setiap 4 Jam

Lembaga American Academy of Dermatology Association menyarankan untuk melepaskan masker selama 15 menit setiap 4 jam. Ini akan membantu mengistirahatkan kulit wajah.

Tapi ingatlah untuk hanya melepaskan masker di tempat yang aman, artinya jauh dari orang-orang yang tidak tinggal serumah dengan kita. Penting juga untuk mencuci tangan sebelum melepas masker.

Oleskan Pelembap Sebelum Memakai Masker

Jika kulit kita cenderung kering, masker bisa membuatnya iritasi. Mengoleskan pelembap (moisturizer) bisa membantu melembapkan kulit kita.

Pelembap juga bisa menjadi lapisan pelindung antara kulit dan masker sehingga mencegah timbulnya breakout maskne. Gunakan produk pelembap yang berlabel “non-comedogenic”, yang tidak menyumbat pori-pori kulit.

Pilih Masker yang Tepat

Ikuti tips-tips berikut untuk memilih masker yang tepat untuk cara mencegah maskne:

  • Ukurannya pas, tapi tidak terlalu ketat
  • Punya minimal dua lapisan kain
  • Terbuat dari bahan alami yang lembut (seperti katun)

Hindari menggunakan masker yang terbuat dari kain sintetis, seperti nilon atau rayon. Bahan-bahan tersebut bisa mengiritasi kulit.

Cuci Muka Setelah Memakai Masker

Setelah pulang ke rumah, segera cuci muka dengan sabun pembersih berbahan lembut. Mencuci wajah juga sangat penting setelah kita berkeringat saat memakai masker.

Apakah Makeup, Losion, atau Sunscreen Memicu Maskne?

Kita bisa jadi berpikir bahwa memakai produk di balik masker dapat menyebabkan breakout maskne yang lebih parah. Namun sebenarnya losion, salep perawatan wajah, dan sunscreen dapat membantu menenangkan dan menyeimbangkan flora kulit normal kita.

Lapisan pelembap (moisturizer) atau sunscreen yang mengandung zinc atau titanium dapat membantu kulit wajah karena berfungsi sebagai penghalang terhadap gesekan atau iritasi yang terjadi akibat masker.

Namun lapisan losion pelembap atau sunscreen yang tebal pada wajah justru bisa memperparah jerawat dengan atau tanpa penggunaan masker. Meski hal ini lebih mudah terjadi saat menggunakan masker.

Bagaimana dengan pemakaian makeup? Ini juga tidak masalah selama kita tidak memakai makeup tebal. Lapisan makeup yang tipis masih bisa dipakai di balik masker medis yang biasa kita pakai.

Tetapi jika kita memakai masker yang bisa dicuci dan dipakai ulang, noda makeup dapat menyulitkan kita untuk membersihkan masker sampai benar-benar bersih. Jadi dalam hal ini, disarankan untuk menghindari pemakaian makeup jika memakai masker yang bisa dipakai ulang.

Bagaimana Cara Mengatasi Maskne?

Jangan khawatir jika sudah terlanjur mengalami maskne, karena ada tips-tips yang efektif untuk cara mengatasi breakout karena masker. Perhatikanlah langkah-langkah berikut ini:

Cuci Wajah secara Teratur

Meski selama pandemi kita mungkin lebih banyak di rumah, tetaplah lakukan rutin perawatan wajah untuk menjaga kulitnya tetap sehat.

Salah satu yang terpenting adalah mencuci wajah: sekali di pagi hari, sekali di malam hari (sebelum tidur), dan setelah berkeringat atau memakai masker.

Gunakan air hangat saat mencuci wajah. Keringkan wajah dengan menepuk-nepuknya dengan handuk bersih. Jangan gosok wajah karena dapat menyebabkan iritasi.

Gunakan Sabun Pembersih yang Lembut

Pembersih (cleanser) yang lembut bisa membantu menghilangkan minyak berlebih, keringat, dan bakteri di wajah. Hindari pembersih yang mengandung alkohol atau parfum. Bahan-bahan ini bisa menyebabkan iritasi dan menghalangi penyembuhan maskne.

Jika maskne sudah parah, coba pakai pembersih yang mengandung benzoyl peroxide (benzoil peroksida) atau salicylic acid (asam salisilat).

Kalau kita punya kulit yang sensitif, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kulit mengenai jenis pembersih yang tepat untuk kondisi kulit kita.

Gunakan Pelembap Non-comedogenic

Setelah mencuci muka, oleskan pelembap (moisturizer) untuk menjaga kelembapan kulit. Gunakan produk pelembap yang berlabel “non-comedogenic”, yang tidak menyumbat pori-pori kulit.

Oleskan Krim Cortisone dan Pelembap Berbahan Ceramide

Jika maskne disertai iritasi dan kulit yang kasar, cara mengatasi maskne bisa dengan mengoleskan sedikit krim cortisone ke area yang bermasalah bersama dengan pelembap yang mengandung ceramide. Ini dapat membantu melindungi kulit serta mengurangi rasa gatal dan iritasi.

Istirahat dari Makeup

Sebaiknya istirahat dulu dari menggunakan makeup selama merawat maskne. Produk kecantikan seperti alas bedak (foundation), concealer, dan blush bisa menyumbat pori-pori dan menghambat penyembuhan.

Jadi dengan cara mencegah dan mengatasi yang benar, kita bisa terbebas dari masalah maskne. Tidak perlu khawatir lagi kecantikan kita akan berkurang karena sering memakai masker. Kita bisa tetap cantik dan sehat selama masa pandemi ini.

Demikianlah artikel ini yang mengupas tentang maskne. Apakah informasi ini bermanfaat bagi Anda? Jika ya, jangan lupa tekan tombol “subscribe” untuk cepat mendapat update artikel-artikel menarik lain tentang kecantikan.

Sumber Referensi:

Cleveland Clinic. The Struggle With Maskne Is Very Real. URL: https://health.clevelandclinic.org/the-struggle-with-maskne-is-very-real/

Healthline. How to Avoid Maskne (Mask Acne) Breakouts. URL: https://www.healthline.com/health/maskne


Ingin tahu informasi menarik lainnya?

Dapatkan update artikel-artikel kami tentang kecantikan langsung ke email Anda.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>